utang-kadispar-Lalu-Moh-Faozal

MATARAM, TAGARNEWS.COM, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh. Faozal dilaporkan ke polisi oleh Aktivitas Pemberdayaan Pemuda (APP) NTB. Itu karena utang kegiatan kepada sejumlah pihak sepanjang 2017-2018.

Publik Relation APP NTB, Subhan Orator, mengatakan telah melaporkan Faozal ke Ditreskrimsus Polda NTB atas dugaan korupsi pada 18 Desember 2019.

Dia menjelaskan hutang Dinas Pariwisata (Dispar) NTB di berbagai pihak mencapai miliaran rupiah. Subhan menunjukkan segala data pihak-pihak penagih di mana dirinya diberikan kuasa.

Utang Dispar NTB pada PT Esta Yudha Ekatama Rp 31.818.182 pada proyek pemasangan neon box di Lombok Internasional Airport untuk penguatan branding Sail Moyo Tambora 2018. Total proyek tersebut Rp200 juta dan telah dibayar Kementerian Pariwisata. Namun sisanya belum terbayar.

Kemudian pada CV Berkat Abadi Jaya, utang Dispar NTB mencapai Rp 404.235.000. Utang tersebut mulai menggantung sejak 25 Mei 2017. Utang tersebut terdiri dari kegiatan Khazanah Ramadhan di Islamic Center, HUT NTB 2017, HUT NTB 2018 dan Colour Run di Kuta Mandalika.

Pada PT Krida Dinamika Autonusa, Kadispar telah melakukan pembelian 22 unit sepeda motor Honda Absolute Revo Fit Rp 261.866.00 namun baru dibayar Rp100 juta. Sehingga masih ada sisa utang Rp 161.866.000 yang belum terbayar.

Pada Golden Palace Hotel, total utang Dispar NTB mencapai Rp 277.329.968 terkait sejumlah kegiatan di hotel tersebut. Kegiatan tersebut adalah Rakor pemulihan dampak erupsi Gunung Agung dan persiapan kalender wonderful event pesona Bau Nyale, Alacarte Roof Garden, dan lainnya.

Kemudian pada PT Quantum Convex Internasional total utang Dispar Rp 491.636.210. Utang tersebut terkait peringatan HUT NTB ke 60 pada 16-17 Desember 2018.

Tunggakan pada Alexandria NWS 2015 Australia, senilai total Rp12 juta. Kemudian, pada Mataram Tenda, Dispar memiliki tagihan Rp 170.097.500 atas tagihan 2017 hingga 2018.

“Dari beberapa pelaku usaha yang dirugikan, saya dengan cara yang baik laporkan ke Gubernur NTB, DPRD NTB, sampai lima hari belum ada tanggapan. Minimal Gubernur menindak tegas atas peristiwa ini,” kata Subhan.

Dia juga akan kembali mendatangi Polda NTB untuk melengkapi laporannya.
Sementara Kadispar NTB Lalu Faozal yang dikonfirmasi belum menjawab pertanyaan media ini. Melalui akun WhatsApp dia memilih tidak menjawab meskipun telah membaca pertanyaan media. (Koran NTB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here