SUKABUMI, TAGARNEWS.COM, Sebuah video viral pengusiran Haddad Alwi oleh Front Pembela Islam (FPI) viral di medsos. Dalam Video itu, Haddad Alwi diusir dan dipaksa turun dari panggung di Sukabumi, Jawa Barat.

Haddad Alwi yang diundang untuk memeriahkan haul ke-8 Habib Abdullah bin Zein Alatas di Sukabumi, Jawa Barat itu awalnya berlansung adem. Tapi entah darimana kelompok FPI tiba-tiba masuk lokasi dan teriak-teriak meminta Haddad Alwi menghentikan aksinya.

Dilansir dari Detik.com, Pengusiran itu diduga karena massa menuduh Haddad Alwi menganut Syiah. Pengurus DPP Forum Pembela Islam (FPI), Slamet Ma’arif di laman yang sama memgatakan, Haddad Alwi melakukan gerakan mengangkat satu tangan yang dilakukan saat berselawat dan ia menilai gerakan tersebut sebagai simbol Syiah.

“Ini yang saya sampaikan masyarakat di sana mayoritas berkeyakinan Sunni, ustaz Haddad Alwi memperlihatkan simbol Syiah dalam selawatnya dengan mengangkat satu tangan. Oleh masyarakat dianggap mengajak untuk mengikuti Syiah,” kata Slamet Ma’arif kepada detikcom, Sabtu (21/12/2019).

Muannas Alaidid, yang ditunjuk sebagai pengacara Haddad Alwi, menyebut kejadian persekusi terhadap kliennya itu terjadi pada 16 Desember 2019. Saat itu, Haddad Alwi diundang untuk membacakan shaawat.

“Sebetulnya hanya membacakan selawat, bukan mengisi ceramah saat berada di Sukabumi, 16 Desember 2019, di mana tiba-tiba diturunkan paksa dalam acara itu,” ujar Muannas dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Ketua Umum Cyber Indonesia ini pun meminta polisi turun tangan mengusut pelaku persekusi tersebut.

“Kita minta polisi turun tangan, baik Polres Sukabumi hingga Polda Jawa Barat, ini persekusi menurunkan habib yang sedang ceramah dan sholawat, harus diperiksa pelakunya dan digali motifnya, karena kalau persekusi ini berlanjut bisa mengecam kerukunan umat beragama yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan, bayangkan saja ini satu agama, apalagi mereka yang beda agama, apalagi Haddad Alwi ini seorang habib dan keturunan,” lanjut Muannas.

Muannas juga mengatakan, bisa jadi ada gerakan kelompok yang anti-shalawat yang merupakan kelompok intoleran di Jawa Barat karena angka intoleransi di Jabar memang akhir-akhir ini sangat tinggi,

“Kita harus tegas melawan kelompok-kelompok Intoleran ini,” tutur Muannas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here